“Surveilans” adalah pengamatan terus-menerus terhadap terjadinya dan penyebaran penyakit serta kejadian atau kondisi yang memperbesar risiko penyebaran penyakit.
Surveilans adalah suatu proses terus-menerus dan sistematik yang terdiri dari empat kegiatan utama: 'Pengumpulan data' yang relevan untuk suatu populasi dan wilayah geografi tertentu; pengolahan data sehingga menjadi suatu susunan yang berarti; analisis (interpretasi) data; penyebarluasan data dan interpretasinya secara teratur kepada mereka yang menangani program pemberantasan.
Terdapat 10 sumber utama atau jenis data yang relevan untuk surveilans penyakit, yaitu:
1. Laporan kematian
2. Laporan kesakitan
3. Laporan wabah
4. Laporan laboratorium
5. Laporan hasil penyelidikan kasus perorangan
6. Laporan penyelidikan wabah
7. Survey khusus (misal: perawatan penderita di RS, register penyakit, survey serologik).
8. Informasi tentang hewan sumber sumber penularan dan vektor.
9. Data demografi
10. Data lingkungan
Tujuan akhir surveilans penyakit adalah untuk menentukan luasnya infeksi dan risiko penularan penyakit sehingga tindakan pemberantasan dapat dijalankan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu data surveilans harus sesuai dengan keadaan saat ini dan lengkap untuk mengungkapkan terjadinya penyakit dan penyebarannya.
Surveilans penyakit kadang-kadang dijalankan walaupun tindakan pemberantasan belum ada dengan harapan akan dikembangkan kemudian. Ada dua alasan pokok untuk menjalankan surveilans pada keadaan semacam itu,pertama adalah peningkatan pengetahuan tentang sumber penularan penyakit dan cara penularan sehingga prioritas dapat dibuat bilamana pemberantasan mungkin dijalankan.
Pencapaian tujuan akhir memerlukan tercapainya sasaran tertentu oleh para penanggung jawab surveilans penyakit. Petugas itu harus:
1. Menguraikan tiap orang yang kena infeksi (nama, alamat, umur, jenis kelamin, ras, pekerjaan dan tanggal mulainya gejala) secepat mungkin sesudah eksposur.
2. Menentukan sumber infeksi dan cara penularan pada tiap penderita:
a. Sumber-sumber penularan yang mungkin manusia, hewan atau lingkungan.
b. Cara penularan yang mungkin langsung atau tidak langsung.
3. Mengenali golongan rentan yang tereksposur yang mungkin tertulari.
4. Menggambarkan distribusi frekuensi kesakitan pada golongan populasi yang kena resiko, menurut:
a. Waktu - frekuensi kejadian menurut satuan waktu (tahun, bulan, minggu, hari, jam).
b. Tempat – frekuensi menurut pembagian tempat (tempat tinggal, tempat kerja, daerah sosial ekonomi, sekolah,rumah sakit dan sebagainya). c. Orang – frekuensi kejadian menurut ciri tertentu (umur, jenis kelamin, ras, pekerjaan, status imunisasi, dan sebagainya).5. Mencari gambaran tersebut pada butir 4, pada populasi yang sedang atau mungkin mengalami peningkatan frekuensi kesakitan.
6. Mempersiapkan dan menyebarluaskan laporan surveilens kepada petugas yang berperan serta pada pencegahan dan pemberantasan penyakit.
Tujuan-tujuan ini berkenaan dengan manusia, tetapi karena pentingnya hewan dalam penularan banyak penyakit manusia, maka tujuan surveilans sesuai pula untuk surveilans penyakit zoonisis. Data yang terkumpul pada program surveilans zoonosis digunakan untuk tujuan yang sama dengan surveilans penyakit manusia dan difokuskan pada penggambaran hewan yang sakit menurut waktu , tempat, dan cara menjadi sakit.
